Serasa Ngaji di Hadapan Syekh Ali Ash-Shabuni

Tak ada kata bosan kutemukan ketika mengikuti pengajian Mbah Yai Masruri, dan tentunya pengajian Beliau selalu di nanti-nanti para santri.

****

Kelas Satu MAK di jadwalkan seminggu sekali untuk mengikuti pengajian ‘Ulumul Quran dengan memakai kitab At-Tibyan Buah karya dari Syekh Ali Ash-Shabuni, yaitu setiap hari Senin pagi pada jam pelajaran ke 3 dan 4 di ndalem Mnah yai Masruri, walau hanya dua jam pelajaran, namun banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang kita dapatkan.

Pada pengajian Senin lalu, Mbah Yai berjanji akan memperlihatkan foto beliau ketika bersama Syekh Ali Ah-Shabuni, pengarang kitab yang sedang kita kaji. Dan pada pengajian kali ini beliau menepati janjinya, di bawanya sebuah album besar, yang ternyata berisi foto-foto mbah Yai ketika bersama beberapa ulama besar timur tengah yang sudah beliau kunjungi, antara lain:

1)Pengarang Kitab yang sedang kita Kaji : Syekh Ali Ash-Shabuni

2)Pengarang Tafsir Munir yang terdiri dari Belasan Jilid: Syekh DR.Wahbah Zuhaili

3)Ulama Monumental Timur tengah: Syekh DR.Sa\’id Ramadhan Al-Buthy

4)Seorang Ulama yang di yakini sebagai Wali Kutub Abad ini(pengganti Syekh Abdul Qodir Al-Jilani: Syekh Salim As-Satiri

Dan masih banyak ulama –ulama besar lainnya yang pernah beliau Mbah Yai kunjungi.

\”Syekh Ali adalah orang yang sangat tawadhu, wajahnya bersinar mencerminkan kedalaman ilmu yang beliau miliki, dan Alhamdulillah saya sudah meminta ijazah langsung kepada beliau untuk mempelajari dan mengajarkan kitab-kitab karya beliau”, tutur Mbah Yai sambil memperlihatkan foto beliau ketika bersama Syekh Ali As-Shabuni.

Ketika Mbah Yai sowan ke ndalem Syekh Ali, sudah ada 27 kitab yang yang di karang oleh Syekh Ali, dan terdiri dari berbagai macam fan Ilmu.

\”Ngaji sama Mbah Yai serasa ngaji sama Syekh Ali ya. . .”, komentar seorang teman seusai mengikuti pengajian Mbah Yai. Ya memang ketika mengaji dengan Mbah yai serasa ngaji langsung dengan pengarang kitab yang yang sedang kita kaji, disamping karena kedalaman ilmu yang Mbah yai miliki, juga karena beliau juga pandai menjelaskan suatu masalah, keterangannya enak di dengar dan mudah di fahami, sehingga siapa saja yang mendengarkan pengajian beliau pasti faham.

Saya masih ingat ketika Mbah Yai menceritakan sedikit biografi Syekh Ali Ash-Shabuni, bahwasannya Syekh Ali lahir di daerah Halab atau yang lebih di kenal dengan Aleppo di Syiria sana, dan di tanah itu pula banyak terlahir ulama-ulama besar lainnya.

Beliau adalah seorang ahli tafsir dan Ilmuan ternama di timur tengah, kitab tafsir Karangan beliau di beri nama Sofwah At-Tafasir (Intisari beberapa Tafsir), Syekh Sayyid Al-Alawie Al-maliki menjuluki Syekh Ali sebagai ‘Akbarul Mufassirin Fi Hadza Az-Zaman (Ahli tafsir terbesar Zaman sekarang)\’.

Ahirnya Pemerintah Saudi pun tertarik untuk meminta Syekh Ali agar mau mengajar di Universitas Ummul Qurro\’, dan seperti yang beliau ungkapkan dalam Mukadimah kitab At-Tibyan Fi Ulumil Qur\’an yang sedang saya kaji ini, bahwasannya kitab tersebut adalah kumpulan materi kuliah yang beliau sampaikan ketika mengajar di Ummul Quro\’ sana, karena permintaan banyak pihak ahirnya kumpulan materi kuliah tersebut di bukukan.

Namun, karena fitrah beliau adalah seorang ilmuan yang tidak betah dikte penguasa, apa yang haq beliau katakan bahwa itu haq dan yang bathil beliau katakana bathil, karena ideologi beliau dengan pemerintah Saudi berbeda, ahirnya beliau memutuskan untuk berhenti mengajar di sana.

Beliau Syekh Ali adalah sosok Ulama yang dermawan, honor yang beliau dapatkan dari hasil mencetak kitabnya, dengan Cuma-Cuma beliau bagikan kepada santri-santrinya.

Syekh Ali mempunyai Adik bernama Syekh Ahmad Muhammad Ash-Shobuni, beliau Syekh Ahmad adalah seorang Ahli Syair, \”sekali duduk saja, beliau bisa langsung menciptakan puluhan bahkan Ratusan Bait syair tanpa di tulis dulu sebelumnya”, cerita Mbah Yai.

 

Facebook Comments

   

  6 Responses

  1. Wah, mantap nih, belajar agama dari sumbernya langsung. jangan lupa bagi2 ilmunya ya, ilmu dari mbah yai nya.
    Kunjungan balik.

    Dira - October 11th, 2011 at 7:52 am      
    • @kang Dira: InsyaAllah kang 😀

      Semut Smart - October 12th, 2011 at 12:46 pm      
  2. senang ya bisa ngaji, bertambah ilmu untuk kebaikan dunia akhirat…..

    Baha Andes - October 14th, 2011 at 3:29 pm      
    • @Baha: ya mas alhamdulillah saya masih di beri kesempatan ngaji ^_^

      Semut Smart - October 16th, 2011 at 12:28 pm      
  3. saluuuut, dapat guru ngaji seperti beliau 🙂

    jarwadi - October 17th, 2011 at 2:48 pm      
    • @Jawardi: ya terima kasih 😀

      Semut Smart - October 21st, 2011 at 6:31 am