Archive for the 'Cerpan (cerita kehidupan)' Category

Air Mata Surga

October 21, 2011 - 2 Responses

Desir angin malam selimuti hati, sinar rembulan menerobos dedaunan pohon depan halaman, ku duduk terpaku membisu.

Tiba-tiba, suara lembut itu menghampiri telingaku, membisikkan sesuatu, karna itu nadi ku membeku:

\”a\’ ade sayang aa”,

kata itu tak hanya membekukan nadi ku, tapi juga menghentikan perputaran rembulan,

\”iya de, aa juga sayang ade”,

Wanita yang ku damba, ahirnya halal juga bagiku, setelah ku pinang dia dengan basmalah.

Ku baru sadari hakikat cinta suci.

Dia, satu-satunya wanita yang memahami dan dapat ku pahami, dialah belahan hati, yang tak rela tuk meningglkannya walau sesaat saja. Angin malam kembali meniupkan getaran-getaran tuhan, di iringi senandung merdu tahun 70.

Tak rela rasanya ku lalui malam ini begitu saja, tanpa ada rangkaian sajak-sajak merdu, aku juga tak mau kalah, sajak cinta Emha kepada Novia saja begitu mesra, sajak ku padanya?, janganlah lagi kau Tanya.

Awan hitam telah pergi, berganti awan putih legi hiasi malam indah ini.

Lagi-lagi desir angin menghempaskan nafas cinta, menggoyangkan pohon mangga yang di bawahnya aku dan dia duduk bersua. Terkagetlah aku saat tiba-tiba dia meneteskan air mata, saat ku Tanya, \”mengapa kau teteskan air mata sayang?”, dia hadapkan mata beningnya dan berkata, \”akankah kita masih tetap bersama di surga sana a’, ade takut kehilangan aa?, katanya dengan nada manja, ku tersenyum padanya, ku buka kaca matanya dan ku usap air mata yang mengalir di pipinya, \”Insyaallah sayang kita kan selalu bersama, walau terbentang jarak antara kita, hilangkan semua kegelisahan hatimu, mari kita titipkan cinta kita pada Allah ta\’ala”, ujarkan padanya. …more »

Serasa Ngaji di Hadapan Syekh Ali Ash-Shabuni

October 8, 2011 - 6 Responses

Tak ada kata bosan kutemukan ketika mengikuti pengajian Mbah Yai Masruri, dan tentunya pengajian Beliau selalu di nanti-nanti para santri.

****

Kelas Satu MAK di jadwalkan seminggu sekali untuk mengikuti pengajian ‘Ulumul Quran dengan memakai kitab At-Tibyan Buah karya dari Syekh Ali Ash-Shabuni, yaitu setiap hari Senin pagi pada jam pelajaran ke 3 dan 4 di ndalem Mnah yai Masruri, walau hanya dua jam pelajaran, namun banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang kita dapatkan.

Pada pengajian Senin lalu, Mbah Yai berjanji akan memperlihatkan foto beliau ketika bersama Syekh Ali Ah-Shabuni, pengarang kitab yang sedang kita kaji. Dan pada pengajian kali ini beliau menepati janjinya, di bawanya sebuah album besar, yang ternyata berisi foto-foto mbah Yai ketika bersama beberapa ulama besar timur tengah yang sudah beliau kunjungi, antara lain:

…more »

Ku Temukan Makna Kalam Ilahi di TV

September 10, 2011 - One Response

Tak Terasa liburan Ramadhan akan segera usai, \”ya begitulah waktu, kan terus mengalir bagai air”, gumamku dalam hati.

Nikmat Tuhan memang sangat melimpah sekali takkan tertandingi, tapi terkadang kita tidak menyadarinya sama sekali, ketika kita di perbolehkan berlibur di rumah selama 20 hari, itu adalah suatu kenikmatan yang sangat indah bagi kita, namun terkadang kita merasa tak puas sama sekali, ya begitulah manusia, selalu merasa kurang deangan apa yang dimilikinya, dan itu memang manusiawi.

Sama halnya dengan kita yang masih kecukupan untuk makan dan minum, tentu kita akan merasa biasa saja ketika kita makan ataupun minum, malah kadang lupa hanya untuk membaca Hamdallah seusainya, tapi bagi mereka yang untuk mencari sesuap nasi saja harus rela mengucurkan keringatnya, membanting tulang pagi, siang, malam, bisa makan dan minum adalah suatu kenikmatan yang sangaaaat besar.

Kita terkadang di lalaikan untuk mnsyukuri nikamat Tuhan, bagaimana tidak?,

Pernahkah kita bersyukur karena kita di karuniai sepasang mata?

Dan pernahkah kita berfikir bagaimana rasanya mereka yang tak bisa melihat indahnya alam semesta? …more »

Temenku yang Nganu itu Loch!

July 23, 2011 - 4 Responses

Namanya Si A, asli Jogja, entah mengapa setiap kali aku bersanding dengannya, pasti mulutku tertawa, apalagi kalau memandang wajahnya.

Pernah suatu ketika dia di hukum oleh pak Muhamad, karena di Tanya eh… ga bisa jawab, jadi deh dia di hukum di depan kelas, pas pak Muhamad nyuruh dia nyanyi dia ngga mau (ya..emang sih suaranya ngga bagus blass, kalo di paksain nyanyi kasian ma kaca, bisa pecah tuh… 🙂 ), ahirnya dia lebih milih Nari (dance), tapi gak tau aku tarian apaan tuch… kayanya aku baru pernah ngeliat dech, suwer!, kalo kamu pernah liat wayang golek, ya… persis kayak wayang gitu, kocak abis dech pokoknya, tapi itu tarian khas Jogja kali yea? Mungkin…

 

\”nganu pak… nganu…saya dari nganu pak…”

sang guru menggertak;”nganu…nganu…!, dari mana kamu, terlambat kok nyampe setengah Jam!”.

Percakapan itu terjadi …more »