Archive for the 'Hanya Opini' Category

Mengikat Ide Bermutu dengan Membaca dan Menulis

September 30, 2011 - 3 Responses

Kenapa harus membaca dan menulis?

Pada dasarnya membaca dan menulis adalah satu paket kegiatan yang sulit untuk dipisahkan. Ketika akan menulis pastinya kita butuh bacaan sebagai sumber inspirasi, kalau tidak membaca lalu apa yang akan kita tulis? Karena sebenarnya apa yang kita tulis adalah intisari dari apa yang kita baca, begitu juga sebaliknya. Kalau kita membaca tanpa dibarengi dengan menuliskan poin-poin penting dari bacaan yang kita baca, pasti semuanya akan mudah hilang. Begitu kira-kiranya. Seperti  yang diucapkan oleh Sayyidina Ali RA.: \”Ilmu itu adalah binatang buruan dan tulisan adalah pengikatnya, ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat”.

Memang membaca dan …more »

With Attitude = 100% Succes

September 19, 2011 - Comments Off on With Attitude = 100% Succes

 

Gimana kabarnya nih ?? Pastinya oke-oke aja kan??,

Temen-Temen, aku mau berbagi something yang penting banget nih, karena tanpa yang satu ini hidup tak ada artinya, dan bahkan ilmu pun tak akan berguna, sebanyak apapun ilmu itu, kata Syekh Saef, Rektor Universitas Ummul Qurra Makkah: Bagai Jasad Tanpa Ruh… Jadi Penasaran deh, kayanya yang satu ini penting banget yea?, iya dong so pasti!. Yang akan kita bahas sekarang ini adalah tentang Ahlaq atau kalo bahasa Tegalnya: Attitude  ^_^ .

Pengen Sukses Dunia Ahirat? Ahlaq-lah kuncinya, ahlaq lebih penting dari segala sesuatu di dunia ini, ngga percaya?, oke sekarang aku mau ngebuktiin ma kamu, sekarang lihat table di bawah ini:

…more »

Modernisasi yang Keliru

September 16, 2011 - One Response

Pada intinya modernisasi adalah perubahan yang terjadi di dalam masyarakat  traditional menjadi masyarakat modern. Dan  ada dua faktor yang menjadi ciri dari masyarakat modern, yang pertama adalah dilihat dari lingkup ekstern yaitu adanya masalah lingkungan, urbanisasi, pendidikan, politik, komunikasi dan industri. Dan yang kedua di lihat dari lingkup intern yaitu adanya sikap, nilai dan perasaan.

Menurut hemat saya, kebanyakan dari masyarakat Indonesia salah arti dalam menafsiri Modernisasi itu sendiri, mereka mencampuradukan  antara modernisasi dan westernisasi, yang pada hakekatnya adalah jauh berbeda. Westernisasi yaitu peniruan gaya dan budaya orang barat secara berlebihan, seperti halnya pada bidang fashion, lifestyle, dll.

Dewasa ini, sepertinya tidak ada lagi para kaum wanita yang memakai pakaian yang katakanlah menutup aurat, itu hanya contoh kecilnya saja, padahal orang yang ke barat-baratan belum tentu modern. Malah orang-orang yang model seperti ini justru menghambat proses modernisasi, seperti boros, bergaya foedal, kurang disiplin, dan lain sebagainya.

Jadi, …more »

Bahaya Singlet dan Rok mini

June 9, 2011 - 5 Responses

\”Kalau cowok berbaju ngepas, dibilang macho. Kalau cewek berrok mini, dibilang porno. Kalau cowok banyak pacarnya di bilang lumrah. kalau cewek banyak pacarnya dibilang murah. Itu dulu sekitar tahun 1990-an awal.Sekarang? Cewek berrok mini, apalagi pede mengenakan singlet, justru tipe Cewek yang paling ingin dipacari” .

(Agus M. Irham)

Sejak beberapa tahun terahir, budaya barat kini mulai merambah ke seluruh plosok timur, hususnya negara kita tercinta ini. Dan yang terekena imbas paling dahsyat adalah Para kaum Hawa. Walhasil, mareka kini dengan Pedenya membeberkan aurat nya dipinggir-pinggir jalan, dan dengan bangga melepas kerudungnya. Padahal, Nabi kita sangat melaknat tipe wanita yang sepeti ini, seperti yang beliau sabdakan: \”Seorang wanita yang membuka auratnya, atau bahkan mengenakan pakaian yang ketat, maka tidak akan mencium wanginya surga selama lebih dari 500 tahun”, Naudzubillah… …more »

Antara Suul dan Khusnul Khotimah

May 28, 2011 - 3 Responses

Tinggal beberapa langkah lagi, para kelas ahir baik SLTP maupun SLTA Ma\’had Al-Hikmah untuk melangkah lebih maju dan ke jenjang yang lebih tinggi pastinya.

Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu kita ingat, bukan berarti bahwa sebentar lagi kita meninggalkan Pondok (bagi yang melanjutkan keluar) lantas kita lupa dengan tujuan awal kita mondok yaitu ” Talabul ‘Ilmi”, jangan mentang-mentang “Ah wis pan lulus ikih …..” lalu kita menyepelehkan hal yang seharusnya menjadi kewajiban kita di pondok. Justru disaat kita akan lulus itulah masa penentuan kita selama mondok 3 atau 6 tahun, akankah ilmu kita manfaat, ataukah tidak. Kalau sudah begitu lantas apa yang kita dapatkan dan kita bangga-banggakan?.

Bagi kehidupan kita …more »