Notice: register_sidebar was called incorrectly. No id was set in the arguments array for the "Sidebar 1" sidebar. Defaulting to "sidebar-1". Manually set the id to "sidebar-1" to silence this notice and keep existing sidebar content. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 4.2.0.) in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-includes/functions.php on line 4204

Notice: add_custom_image_header is deprecated since version 3.4.0! Use add_theme_support( 'custom-header', $args ) instead. in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-includes/functions.php on line 3896

Warning: include_once(includes/custompost.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-content/themes/daydream/functions.php on line 477

Warning: include_once(): Failed opening 'includes/custompost.php' for inclusion (include_path='.:/usr/share/pear/') in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-content/themes/daydream/functions.php on line 477
Semut Smart » Blog Archive » Cinta Memang Luar Biasa

Cinta Memang Luar Biasa

Pada malam Jum\’at kemarin(30/09), tak sengaja saya membuka-buka kembali kumpulan catatan beberapa tahun lalu, saya memang suka membawa secarik kertas kecil dan sebuah pena di manapun saya berada, dan catatan-catatan itu pun tak semerta-merta saya buang begitu saja, akan tetapi saya kumpulkan jadi satu dalam satu kardus husus, barangkali suatu saat bermanfaat, pikir saya.

Nah. . . di kardus husus yang berisi sobekan-sobekan kertas itulah saya menemukan secarik kertas catatan ketika mengikuti MOS Malhikdua pada awal tahun ajaran 2010 silam, dan di situ ada sesuatu penting yang belum sempat saya sharing di blog, saya rasa apa salah nya kalau saya posting catatan kecil itu sekarang, barangkali bisa bermanfaat buat temen-temen, ya ngga? ^_^

Oke deh, langsung aja ke TKP (kaya OVJ ja, hahaha):

 

Disela-sela masa orientasi siswa baru MA Al-Hikmah 2 tahun ajaran 2010-2011 (kebetulan saya juga menjadi salah satu pesertanya), Pak Sulkhi (Sapaan akrab Drs.Sulkhi Azis) memotivasi siswa-siswi baru tersebut dengan sebuah perumpamaan cinta, beliau mengingatkan kita kembali pada sejarah sohabat Bilal Rahima kumullah.

Yaitu ketika beliau Sohabat Bilal menyatakan masuk islam, beliau oleh majikannya di jemur di tengah padang pasir, sambil ‘ditindihi\’ sebuah batu besar, terus apakah beliau merasa kepanasan atau kesakitan?, tidak, karena saking cintanya beliau kepada Allah dan Rosul-Nya, yang terucap dari mulut beliau hanyalah kalimah Ahad. .Ahad. . dan Ahad. . .(Baca: Allah maha esa)

Lalu setelah sohabat Bilal, kita di ingatkan kembali sejarah siti masyitoh, yang oleh raja firaun di ‘godok\’ dalam air mendidih, karena Firaun tahu bahwa Beliau Siti Masyithoh telah beriman kepada Allah, dan lalu apakah beliau siti masyitoh kepanasan di rebus dalam air yang mendidih?, jawabannya juga Tidak, karena saking cintanya Beliau kepada Allah SWT.

Dari sepenggal pidato Pak Sulkhi, kita bisa sedikit menafsirkan bahwa kekuatan cinta bisa mengalahkan segalanya, kalau kita aplikasikan kepada kehidupan sehari-hari, yaitu ketika kita menuntut Ilmu, kalau kita pengen betah di pesantren berarti kita harus cinta dulu kepada pesantren kita, dan kalau kita pengen ilmu gampang didapat dan cepat masuk berarti kita juga harus cinta kepada ilmu dulu.

Ya begitulah energi cinta, tergantung mau di bawa kemana, kalau kita benar-benar memanfaatkannya untuk suatu hal yang positif, maka kan menghasilkan energi yang positif pula, akan tetapi juga sebaliknya. Kita juga harus selalu menjaga cita kita kepada Allah dan Rosul-Nya agar tetap suci, bening, sebening embun.

Kalau cinta kita hanya di berikan kepada perempuan atau laki-laki yang biasa disebut dengan istilah pacar, menurut hemat saya itu hanyalah ‘pemubadziran\’ cinta kita, kenapa cinta kita di berikan kepada seseorang yang belum tentu menjadi pendamping hidup kita?, lebih baik kita curahkan cinta kita kepada Allah SWT, Sudah jelas Allah juga akan mencintai kita.

Dan satu lagi yang harus kita pegang, kita sebagai para Thalabul Ilmi, alangkah lebih baiknya kalau kita jauhi dulu yang namanya pacaran, kita curahkan dulu Cinta kita kepada ilmu-ilmu yang sedang kita pelajari.

Kalau kita berfikir rasional, apa sih keuntungan pacaran?, tapi mungkin bagi kecanduan pacaran, pacaran itu mengasyikkan, padahal sebenarnya adalah sebaliknya. Akan tetapi menurut pengalaman Ustadzah saya, pacaran yang paling nikmat dan halal adalah pacaran setelah menikah,(kok jadi ngomongin nikah sich? Ha…).

Kita kembali pada Thalabul Ilmi, kita harus selalu menjaga kesucian bathin kita dalam menuntut ilmu, salah satunya dengan menjaga Cinta kita, karena itu juga yang menjadi Siradj (pelita) kita dalam menuntut ilmu.

Mengenai masalah Pacaran Gus Muhlas sendiri pernah ngendika, bahwa ‘\’Siapa saja yang belum pernah pacaran, pasti hidupnya akan bahagia”.

Tanya kenapa? Kenapa Tanya?.

 

Facebook Comments


Notice: link_pages is deprecated since version 2.1.0! Use wp_link_pages() instead. in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-includes/functions.php on line 3896
   

  
Notice: Only variables should be assigned by reference in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-content/themes/daydream/functions.php on line 417
19 Responses

  1. Hm….
    jdi perhatian penuh pisan atuh jang oob….

    sok lah sing leres milarian ‘elmuna moga moga he’nteu jiga pribado….s

    Firman Firdaus - October 3rd, 2011 at 3:58 pm      
    • oke jang, doa’in ja ya!
      jangan lupa kontak . . .

      Semut Smart - October 4th, 2011 at 12:24 pm      
  2. hmm tulisan yang sangat menarik 🙂 dan sedikit mencubit saya 🙂

    terimakasih sudah berbagi.

    uchank - October 4th, 2011 at 1:25 pm      
    • ok thanks. .

      sama2,

      Semut Smart - October 5th, 2011 at 3:10 am      
  3. Cinta membuat banyak cerita

    Danu Akbar - October 5th, 2011 at 3:26 pm      
    • @Danu: Setuju!
      @Abi: jangan tanya kenapa trus knp tanya? ^_^

      Semut Smart - October 5th, 2011 at 4:00 pm      
  4. ‘\’Siapa saja yang belum pernah pacaran, pasti hidupnya akan bahagia”.

    Tanya kenapa?
    Iya, kenapa ya?

    Kenapa Tanya?
    Iya, kenapa ya saya nanya?

    Hehehehe…
    Salam

    Abi Sabila - October 5th, 2011 at 3:38 pm      
  5. bagi aku soal cinta ngga perlu dilebih-lebihkan.

    ghost writer - October 5th, 2011 at 4:01 pm      
    • @ghost: memang cinta kepada sesama manusia tak boleh lebih dari cinta kita kpd Sang Pencipta, begitu seharusnya, thanks!

      Semut Smart - October 5th, 2011 at 4:04 pm      
  6. Jangan tanya kenapa, karena tanya jangan kenapa. Jadi bingung dengan kalimat kenapa, tanya, & jangan. hehehe

    Nurul Imam - October 5th, 2011 at 5:55 pm      
  7. teruslah semangat menuntut ilmu.. 🙂

    eM - October 6th, 2011 at 12:41 am      
    • @Mba Emma: Oke mba, doain ja biar di beri kemudahan
      @Iman: hahaha, mbingungin ya??

      Semut Smart - October 6th, 2011 at 2:35 am      
  8. ada benarnya kok

    fanny - October 6th, 2011 at 2:42 am      
  9. Seperti di cerita2 komik, dengan cinta, seorang pria mampu melompati tebing yang dalam keadaan biasa tak mungkin dilompati.

    Asop - October 6th, 2011 at 3:36 am      
  10. eh, bukannya yg diucapin bilal itu “Ahad..Ahad..Ahad..”, bukan “Allah” seperti yang ditulis di atas. Memang sama maknanya, tapi demi kemurnian sejarah 🙂

    kalau soal cinta mah. no comment deh. bukan ahlinya.

    cuma bisa merasakan.. hmm.. yummmii 🙂

    novi - October 6th, 2011 at 11:06 am      
    • ok, sip mas!
      tengkyu

      wkwkwkwk

      Semut Smart - October 6th, 2011 at 5:27 pm      
  11. yups Ship deh,.. mending cinta belajar dari pada belajar cinta,..
    hehehe

    SeLLa - October 7th, 2011 at 5:25 am      
    • @Sella: Setuju dwehh. . 🙂

      Semut Smart - October 7th, 2011 at 10:11 am      
  12. tuhan.. toalngolh aku u/ mendapatkan seorang yg aku cintai atau putric ; ciumani ; itun ; nikmatt ; tapia ; asyiiiiilkk

    Azra - February 7th, 2012 at 6:30 pm