Notice: register_sidebar was called incorrectly. No id was set in the arguments array for the "Sidebar 1" sidebar. Defaulting to "sidebar-1". Manually set the id to "sidebar-1" to silence this notice and keep existing sidebar content. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 4.2.0.) in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-includes/functions.php on line 4204

Notice: add_custom_image_header is deprecated since version 3.4.0! Use add_theme_support( 'custom-header', $args ) instead. in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-includes/functions.php on line 3896

Warning: include_once(includes/custompost.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-content/themes/daydream/functions.php on line 477

Warning: include_once(): Failed opening 'includes/custompost.php' for inclusion (include_path='.:/usr/share/pear/') in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-content/themes/daydream/functions.php on line 477
Semut Smart » Blog Archive » Ku Temukan Makna Kalam Ilahi di TV

Ku Temukan Makna Kalam Ilahi di TV

Tak Terasa liburan Ramadhan akan segera usai, \”ya begitulah waktu, kan terus mengalir bagai air”, gumamku dalam hati.

Nikmat Tuhan memang sangat melimpah sekali takkan tertandingi, tapi terkadang kita tidak menyadarinya sama sekali, ketika kita di perbolehkan berlibur di rumah selama 20 hari, itu adalah suatu kenikmatan yang sangat indah bagi kita, namun terkadang kita merasa tak puas sama sekali, ya begitulah manusia, selalu merasa kurang deangan apa yang dimilikinya, dan itu memang manusiawi.

Sama halnya dengan kita yang masih kecukupan untuk makan dan minum, tentu kita akan merasa biasa saja ketika kita makan ataupun minum, malah kadang lupa hanya untuk membaca Hamdallah seusainya, tapi bagi mereka yang untuk mencari sesuap nasi saja harus rela mengucurkan keringatnya, membanting tulang pagi, siang, malam, bisa makan dan minum adalah suatu kenikmatan yang sangaaaat besar.

Kita terkadang di lalaikan untuk mnsyukuri nikamat Tuhan, bagaimana tidak?,

Pernahkah kita bersyukur karena kita di karuniai sepasang mata?

Dan pernahkah kita berfikir bagaimana rasanya mereka yang tak bisa melihat indahnya alam semesta?

Pernahkah kita mensyukuri sepasang kaki dan tangan kita?,

tanpanya kita takkan bisa apa-apa. . .

Dan pernahkah kita memikirkan nasib mereka yang tak komplit organ tubuhnya?

Yang harus berjalan dengan kursi roda, yang harus makan dengan di suapi saudaranya. . .

Sungguh Allah maha adil lagi maha penyayang, aku yakin di balik semua itu pasti ada sesuatu yang harus kita petik hikmahnya.

Pada suatu hari di ahir liburan ramadhan kemarin aku bersama adekku menonton sebuah acara di salah satu stasiun TV swasta, dan pada acara itulah kutemukan Makna kalam Ilahi yang di sebutkan berkali-kali dalam Kitab-Nya yang suci:

 \”Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”[1]

Acara  tersebut menyuguhkan informasi langsung seputar kehidupan kalangan kelas bawah (pemulung, nelayan, buruh panggul pasar, kuli panggul pelabuhan, petani penggarap, penangkap kalong, buruh pemetik jamur, tukang kayu, tukang ojek sepeda, dll.). dengan menampilkan keseharian mereka di rumah, di lingkungan sekitar, di tempat kerja, dan sebagainya.

Saat aku menonton acara tersebut, kebetulan yang sedang di tampilkan adalah kehidupan seorang Ibu paruh baya pencari biji kopi yang dengan susah payah mencarinya hanya untuk menghidupi keluarganya, bayangkan!, sekarung biji kopi hanya di hargai beberapa ribu saja, subhanallah!!.

Bandingkan dengan kita, untuk meminta uang lima ribu kepada Orang tua kita itu sangat mudah sekali, tanpa harus bersusah payah memeras keringat terlebih dahulu.

Ayat di atas sering kita lupakan, padahal berkali-kali Allah sebutkan, karena kita selalu melihat ke atas, dan tak pernah melihat ke bawah, kita selalu menginginkan sesuatu yang belum kita miliki, tapi kita jarang mensyukuri nikmat yang sudah Allah beri.

 Ayat tersebut mengajak kita untuk banyak-banyak bersyukur atas segala nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita semua, dan bukankah Allah sudah berjanji akan menambahkan nikmat kepada hambanyya yang bersyukur?.

 


[1] Ayat ini di sebutkan berkali-kali dalam Surat Ar-Rahman

Gambar: fiksi.kompasiana.com

 

Facebook Comments


Notice: link_pages is deprecated since version 2.1.0! Use wp_link_pages() instead. in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-includes/functions.php on line 3896
   

  
Notice: Only variables should be assigned by reference in /home/kruchild/malhikdua.com/wp-content/themes/daydream/functions.php on line 417
One Response

  1. None can doubt the veracity of this artilce.

    Rosie - September 18th, 2011 at 9:31 am