Mengikat Ide Bermutu dengan Membaca dan Menulis

Kenapa harus membaca dan menulis?

Pada dasarnya membaca dan menulis adalah satu paket kegiatan yang sulit untuk dipisahkan. Ketika akan menulis pastinya kita butuh bacaan sebagai sumber inspirasi, kalau tidak membaca lalu apa yang akan kita tulis? Karena sebenarnya apa yang kita tulis adalah intisari dari apa yang kita baca, begitu juga sebaliknya. Kalau kita membaca tanpa dibarengi dengan menuliskan poin-poin penting dari bacaan yang kita baca, pasti semuanya akan mudah hilang. Begitu kira-kiranya. Seperti  yang diucapkan oleh Sayyidina Ali RA.: \”Ilmu itu adalah binatang buruan dan tulisan adalah pengikatnya, ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat”.

Memang membaca dan menulis bisa saja dilakukan pada waktu yang berbeda. Akan tetapi, kalau anda ingin merasakan hasil yang luar biasa dari membaca dan menulis, maka jadikanlah membaca dan menulis satu paket kegiatan, dan konsep itulah yang disebut oleh mas Hernowo (CEO Mizan Lerning Center/MLC), sebagai konsep \”Mengikat Makna” dari satu bacaan. Mutu dari tulisan anda juga tergantung pada kekuatan anda membaca. Semakin banyak dan beragam bacaan anda semakin bermutu pula tulisan yang anda hasilkan. Dan yang seperti Mas Hernowo tuliskan dalam pengantar buku Prigel menulis artikel karya Agus M. Irham : \”Tanpa memiliki daya tahan membaca, sulit kualitas tulisan ditingkatkan”.

Nah dari pernyataan di atas kita bisa simpulkan bahwasanya membaca dan menulis memiliki hubungan mesra, bak adam dan hawa yang sedang memadu cinta. Jadi kalau mau menulis ya harus membaca dulu, dan kalau membaca harus ditulis poin-poin pentingnnya.

M. Fauzil Adhim dalam bukunya berjudul Insping Words For Writters menuliskan pernyataan dengan nada  \”nyentil”: kalau engkau sendiri malas  membaca, bagaimana engkau menyuruh orang lain untuk rakus membaca tulisan mu?” masih dalam buku yang sama, M. Fauzil Adhim juga menuliskan keprihatinannya terhadap orang-orang yang ingin menjadi penulis besar, tetapi untuk membaca buku kecil saja enggan. Membaca memang kunci sukses menulis, begitulah terang M. Fauzil Adhim.

Dengan membaca pula, kita bisa siap setiap saat untuk menuangkan pendapat  kita ke dalam sebuah tulisan.

Apa sih manfaat membaca dan menulis?

Kalau saya tuangkan semua manfaat membaca dan menulis dalam tulisan ini, tentunya tak-kan muat. Karena sungguh banyak sekali manfaatnya dan tak bisa kita hitung dengan jari, akan saya tuliskan beberapa saja manfaat membaca dan menulis.

Manfaat pertama adalah dengan membaca dan menulis berarti kita telah memahami dan mensyukuri nikmat Allah, seperti yang dijelaskan oleh Syekh Ihsan Jampes di dalam kitab Sirajut Thalibin , \”Orang yang tidak mau menulis, sesungguhnya tidak memahami kekusaan Allah yang maha pencipta. Ciptaan Allah yang kita lihat seharusnya dijadikan motivasi bagi kita agar kreatif”. Itulah penggalan alasan beliau ketika menulis kitab monumental Sirojut tholibin, komentar dari kitab Minhajul Abidin karya Al Ghozali  (1550 H).

Dan yang kedua adalah, dapat menambah wawasan kita, tentu saja untuk menulis sebuah artikel misalnya, minimal kita harus membaca satu dua buku terlebih dahulu, sebagai bahan rujukan atas masalah yang akan kita tulis. Bahkan tulis Mas Agus Irkham dalam bukunya Prigel Menulis Artikel, bahwasannya untuk menulis sebuah artikel, minimal ia harus membaca lima buah buku. Itu saja belum termasuk membaca bahan-bahan yang lain seperti klipingan Koran, majalah, dan hasil downloadan dari internet. Jadi, sadar atau tidak pada saat membaca , pengetahuan kita bertambah. Rangkaiannya begini, untuk menulis kita butuh membaca dan dari membaca kita dapat ilmu dan pengetahuan.

Yang ketiga dari manfaat menulis adalah dengan membaca dan menulis kita bisa menjadi apa saja dan membawa kita kemana saja sejauh yang kita impikan. Misalnya Mas Baban Sarbana,ia adalah penulis yang juga blogger, pada tahun kemarin ia berhasil memenangkan Essay Golden tiket to USA, ia menapaktilasi perjalanan Barack Obama di Amerika, selama 14 hari, mas Baban mendapatkan itu semua hanya dengan modal membaca dan menulis. Mau?.

Yang ke empat, dengan membaca dan menulis bisa membuat ucapan kita tertata rapih dan pastinya ngga blepotan dalam berbicara di depan public, biasanya karena terlalu banyaknya topik yang akan di bicarakan, malah membuat anda bingung dan perkataan anda akan tidak terkontrol, bisa juga menjadi loncat-loncat, perkataan ini belum selesai, sudah di teruskan dengan perkataan yang lainnya, begitu seterusnya. Tapi, anda jangan heran tatkala anda melihat seorang penulis berbicara dalam sebuah forum atau training, pasti ucapan penulis mereka menggoda, menarik dan tertata rapih, dan pastinya ada saja tema baru yang akan dibicarakan, sependiam-pendiamnya seorang penulis, kalu berbicara di depan publik pasti ucapannya tertata dan enak didengar, kalu anda ingin bisa berbicara di depan public perbanyaklah membaca dan menulis.

Dan yang terakhir adalah kita bisa saling berbagi, disaat kita menulis berarti kita memberi dan disaat kita  membaca berarti kita diberi. Maksud saya begini, ketika anda membuat sebuah tulisan berarti anda sedang memberikan ilmu anda kepada orang lain, nah… pada saat anda membaca, itu sama halnya dengan anda menerima pemberian ilmu dari orang lain dan yang seperti itu kalau anda niati ikhlas lillahi ta\’ala, insya Allah menjadi jalan pahala bagi anda jangan takut ilmu anda akan habis karena telah dibagi-bagikan kepada orang lain, karena semakin banyak anda berbagi, semakin bertambah pula imu yang anda miliki begitu filosofinya.

Membaca, menulis dan ngeblog?

\”Loh… memangnya ada hubungannya?” tanya teman saya waktu itu, \” oh… jelas \” jawab saya simple. Gampanganya begini, dari membaca toh pasti anda bisa menghasilkan sebuah tulisan, nah…. Dengan tulisan anda berarti sudah menghasilkan sebuah karya \, anggap saja blog itu sebagai ladang untuk menuai karya kita, kan sayang kalau kita misalnya setap hari membuat satu judul tulisan, tapi kita hanya menumpuknya saja dilemari tanpa seorang pun yang membaca, kan kurang manfaat bukan?, coba bandingkan dengan anda publikasikan ke blog, pasti tulisan anda akan dibaca oleh orang-orang, lebih manfaat bukan?

Maka  dari itu, blog adalah dalah satu media yang efektif untuk salang berbagi. Selain itu juga, anda akan merasa kepuasan batin tersendiri apabila tulisan anda  di baca dan apalagi di komentari oleh orang lain dan anda pun semakin bersemangat untuk membaca dan menulis.

Blog ini sangat efektif untuk menerapkan kebiasaan membaca dan menulis kenapa? Karena, apabila blog anda ingin dikunjungi dan tulisan anda dibaca oleh orang lain berarti minimal anda harus berkunjung dan membaca lalu mengomentari blog teman ada terlebih dahulu, ribet ya?

Memang kedengaranya ribet, tapi kalau kita sudah terbiasa, kegiatan diatas akan menjadi mengasyikan ngga percaya coba aja deh! Dengan mengunjungi dan membaca tulisan di blog teman anda, anda akan semakin kaya dengan bacaan dan inspirasi untuk menulis, coba saja,  kalau anda sedang boring, dan tidak ada  bahan untuk menulis, maka cobalah untuk keliling blog teman-teman anda atau kegiatan ini sering di sebut sebagai \”Blog Walking”. Dengan blog juga dapat menambah teman baru yang belum pernah anda kenal, tertarik…?

Ayo baca, tulis, terus publikasikan di blog anda!

Tulisan ini pernah di muat di majalah El-Waha Edisi ke VII

 

Facebook Comments

   

  3 Responses

  1. wah ini blog barunya yah? makin mantep aja. Sepakat orang tidak akan bisa menulis tanpa ada aktivitas gila membaca

    myu - October 5th, 2011 at 2:38 pm      
    • Iya kang,
      tengkyu. .

      Semut Smart - October 5th, 2011 at 3:58 pm      
  2. Penulisan juga srnabeenya mendidik kita untuk lebih membaca.[] Reply:July 17th, 2011 at 12:10 pmYa, betul. Banyak membaca maksudnya banyak ilmu yang diserap. Dan bila dah banyak ilmu, kita boleh buat perbandingan antara sekian-sekian perkara untuk dikongsikan dengan pembaca.[] -15

    Tawaf - February 7th, 2012 at 6:44 pm